MADRID – Seorang anggota keluarga Kerajaan Qatar, Sheikh Abdullah Bin Nassar Al-Thani, telah menyetujui untuk membeli klub sepak bola Malaga seharga 36 juta euro (48,30 juta dolar AS), kata tim Spanyol itu di laman mereka (www.malagafc.es).
Al-Thani akan membeli mayoritas saham milik presiden Fernando Sanz, seorang mantan pemain yang mengelola klub Liga Utama Spanyol tersebut (La Liga) selama empat tahun dan akan trus dikaitkan dengan mertka dalam peranan penasihat.
“Persetujuan tersebut telah diberitahukan kepada Dewan Olahraga Spanyol (yang dikelola pemerintah) dan akan dirampungkan dalam waktu dekat, mengingat badan masyarakat itu telah memberikan persetujuan lisannya pada syarat-syrat persetujuan itu,” kta klub itu.
Al-Thani dikutip mengatakan, “Tujuan kami adalah membantu Malaga mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengkonsolidasikan keberadaannya di La Liga dan untuk meningkatkan semangat dan harapan para pendukungnya.”
Sheikh itu, yang berusia 43 tahun, mengelola bisnis besar yang berpusat di Persatuan Arab Emirat (UAE), yang mempekerjakan sekitar 3.000 orang dan beroperasi di lebih dari 30 negara.
Bisnisnya antara lain bergerak di bidang perhotelan, pusat perbelanjaan dan dealer mobil. Al Thani juga menjabat sebagai wakil presiden dan pemegang saham Doha Bank.
Seorang rekan sejawat sheikh itu, Abdullah Ghubn, mengatakan pada konfrensi pers hari Jumat bahwa proses perundingan telah berlangsung selama empat atau lima bulan.
“Pada prinsipnya persetujuan tersebut adalah mengambil alih saham yang dimiliki Fernando Sanz dengan harga 36 juta euro yang termasuk utang klub tersebut,” kata Ghubn.
“Kami menyadari bahwa ini merupakan yang pertama kalinya seorang investor dari kawasan ini datang ke Spanyol dan ia ingin memberikan contoh yang baik. Kami ingin mengkonsolidasikan klub tersebut di La Liga dan kemudian ke hal-hal yang lebih tinggi.”
Ghubn mengatakan pelatih Juan Ramon Lopez Muniz tidak akan terus di jabatannya dan seorang pengganti akan diumumkan dalam waktu dekat.
Malaga adalah suatu klub sederhana yang prestasi tertingginya adalah menempati posisi ketujuh klasemen La liga. Mereka merupakan tim “yo-yo” lebih dari 30 tahun dan kembali ke liga papan atas tahun 2008.
Mereka menghindari degradasi pada hari terakhir musim lalu di bulan Mei, untuk menempatkan diri di posisi ke-17 klasemen. (donny/bolaliar)
Related posts
- Musim Terakhir Buat Scholes
- Laga Antar 'Raksasa' Buka Liga Inggris
- Pemain Kenya dan Pantai Gading Lamar SFC
- Cole Ingin Bermain sebagai Playmaker
- Allegri Resmi Latih Milan
- Mclarens Bergabung dengan Wolfsburg
- Persibo Belum Terima Hadiah Rp 500 Juta
- Ibra Tidak Mungkin ke Milan
- Ballack Pulang ke Leverkusen
You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.