Evra Berharap Keramahan Old Trafford

Posted by Bintang Pamungkas on Jun 30, 2010 | Visited 111 times, 1 so far today | Leave a Comment

1EvraPARIS – Setelah dhujani fitnah oleh media Prancis dan cemoohan oleh fans negaranya atas permainan buruk Timnas Prancis di Afrika Selatan, Patrice Evra berharap mendapat sambutan hangat ketika ia kembali ke Manchester United.

Dia tidak akan diserang di sini, dia akan diterima fans dengan baik karena mereka merasakan perasaan yang sama.

Evra kembali ke Old Trafford setelah diselimuti awan gelap di Piala Dunia. Ini telah menjadi tema yang selalu berulang dalam 12 tahun terakhir, dengan David Beckham, Roy Keane dan Cristiano Ronaldo yang pulang dari membela negaranya lalu mendapat kritikan dan cacian karena permainan mereka di Timnas tak sebaik permainan di klub.

Beckham mengecam pers Inggris setelah dia dikeluarkan karena menendang Diego Simeone. Hasilnya dia mendapat hujatan media karena dipersalahkan untuk kekalahan Inggris oleh Argentina di Prancis 1998.

Namun seluruh cacian itu sontak berubah menjadi sanjungan ketika dia mencetak gol dari tendangan bebas untuk mengamankan hasil imbang 2-2 untuk United di pertandingan pembukaan musim 1998-1999 di kandang Leicester City. Dan pada akhir kompetisi, ia telah menginspirasi klub untuk meraih treble winner, dengan meraih juara liga, Piala FA, dan trofi Liga Champions.

“Hubungan saya dengan fans (Manchester United) masih penting bagi saya,” kata Beckham pada bulan Februari tahun ini.

“Aku telah melalui beberapa saat-saat sulit, tetapi mereka tidak pernah berhenti memberikan dukungan pada saya. Saya tidak akan berhasil melewati semua tanpa mereka.”

Di Piala Dunia Korea/Jepang tahun 2002, Keane dikeluarkan dari kamp timnas Irlandia di Saipan setelah berselisih dengan pelatih tim Mick McCarthy.

Keane marah dengan persiapan Irlandia yang minim menghadapi Piala Dunia. Keane yang terbiasa berlatih di Manchester United menganggap pola latihan McCarthy kurang maksimal. Dan dia menyesalkan kritikan pers Irlandia.

Setan Merah menerimanya kembali dan pada akhir musim kompetisi 2002-03 ia mengangkat trofi Liga Premier, setelah anak asuhan Sir Alex Ferguson ini berhasil mengalahkan Arsenal.

“Ini rasa solidaritas yang sebenarnya untuk siapa pun di United yang menemukan kesulitan. Ini merupakan faktor yang sangat ampuh dalam kesuksesan klub,” tulis Keane dalam otobiografinya.

“Konsep tentang loyalitas sering disebut dalam sepakbola. tapi kebanyakan itu klise. “Tapi tidak di Old Trafford. Selama saya bermasalah di Piala Dunia, saya sangat bersyukur untuk itu.”

Ronaldo adalah pemain Manchester United yang menjadi target cemoohan setelah Piala Dunia 2006 di Jerman.

Pemain sayap Portugal ini menjadi subjek serangan media Inggris setelah diduga bersekongkol mengeluarkan rekan satu timnya, Wayne Rooney saat Inggris bertemu Portugal di babak perempat final.

Rooney mendapat kartu merah setelah melanggar Ricardo Carvalho. Tapi Protes dan reaksi berlebihan Ronaldo di depan wasit dianggap memprovokasi wasit untuk mengeluarkan Rooney.

Tapi Ronaldo mengalami situasi yang sama persis seperti Beckham, yang mendapatkan motivasi ekstra dari Sir Alex yang menyambut kepulangannya ke Old Trafford dengan hangat, dan pada akhir musim CR7 membawa Manchester United merebut titel juara liga dari Chelsea

Evra, bisa berharap fans United untuk memaafkannya dan melupakan kejadian di Afrika Selatan, di mana dia memimpin pemboikotan latihan sebagai protes atas keputusan Federasi Sepakbola Prancis untuk mengirim Nicolas Anelka pulang ke Prancis.(wil/afp/bolaliar)




Related posts

coded by nessus

Leave a comment

Enter Analytics/Stat Tracking Code Here